AGENDA

dinas lingkungan hidup

Provinsi Kalimantan Utara

Hari Laut Sedunia

BUDIDAYA PADI PLA TANAM HAZTON DI KALTARA

Metode Hazton, mungkin tidak setenar Metode Jajar Legowo atau SRI dalam hal penanaman padi. Namun, metode ciptaan dua putra Kalimantan Barat ini merupakan harapan nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menuju swasembada pangan di Indonesia. Adalah Hazairin dan Anton Kamarudin, yang melakukan riset hebat hingga menemukan teknik tersebut. 

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Tarakan menyelenggarakan pelatihan budidaya padi pola tanam Hazton secara virtual.

Kegiatan pelatihan ini ditujukan kepada kelompok-kelompok tani komoditas padi di beberapa kelurahan di Tarakan, meliputi Kelompok Tani Kelurahan Mamburungan, Kelompok Tani Kelurahan Kampung 1 Skip, dan Kelompok Tani binaan Kodim 0907 Tarakan.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kota Tarakan juga turut menghadiri pelatihan mengingat mereka nanti akan bertugas mendampingi para kelompok tani di masing-masing lokasi budidaya.

Pelatihan budidaya padi kali ini menghadirkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Induk Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Anton Kamaruddin, yang tak lain merupakan salah satu penemu metode budidaya padi menggunakan metode Hazton itu sendiri.

Pada pembukaan pelatihan budidaya padi tersebut, Kepala KPwBI Provinsi Kalimantan Utara, Yufrizal menyampaikan, baik di Kota Tarakan maupun Kalimantan Utara salah satu komoditas yang menyumbang terhadap inflasi adalah beras.

"Itu berdasarkan data yang ada," ujar dia, Jumat (23/10/2020).

Pada kesempatan ini, Yufrizal juga membagikan success story terkait penggunaan pola tanam hazton ketika bertugas di KPw BI sebelumnya.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, Elang Buana, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa produksi padi Kota Tarakan rata–rata di bawah 5 ton/ha.

“Dengan adanya pelatihan metode pola tanam Hazton ini, diharapkan akan meningkatkan produksi padi Kota Tarakan dan kebutuhan beras Kota Tarakan dapat terpenuhi dari produksi lokal,” ujar Elang Buana.

Sebagai tahap awal dalam rangkaian pembinaan dengan pembudidayaan padi di Kota Tarakan ini maka, KPw BI Kalimantan Utara melakukan capacity building bagi Kelompok Tani dan PPL, serta Babinsa Tarakan yang selama ini membantu pendampingan ke petani yang dilanjutkan dengan program percontohan padi pola tanam metode Hazton pada tahun depan.

Yufrizal menekankan, agar para peserta pelatihan Kelompok Tani, PPl dan Babinsa dapat memanfaatkan dengan baik program ini untuk menambah ilmu dan pengetahuan dalam budidaya padi yang baik.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi karena produksi masih kurang dibandingkan konsumsi, dan dapat meredam gejolak harga.

"Mari bersama-sama kurangi tingkat ketergantungan pangan khususnya beras untuk Kota Tarakan atau Kaltara dari daerah-daerah lain, mari berswasembada pangan, supaya uang tetap berputar di Kaltara, tidak kemana-mana," ucapnya.

"Apabila uang berputar di Tarakan/Kaltara tentu akan ada penyerapan tenaga kerja," kata Yufrizal.


Komentar